Minggu, 12 Februari 2012

7 ‘Kejahatan’ Pada Rambut


Banyak dari kita yang rela menempuh banyak jalan untuk bisa mendapatkan penampilan yang cantik dan menarik. Dan rambut adalah salah satu aset yang paling penting untuk menunjang penampilan tersebut. Berikut beberapa bentuk ‘pengorbanan’ yang rambut harus terima dalam perjalanan kita dalam mencapai kata cantik.
1. Bleaching.
Proses bleaching akan membuat zat-zat kimia meresap ke dalam kutikula dan menghilangkan semua pigmen alami yang dimiliki rambut. “Kita akan menggantikan struktur rambut, dan membuatnya menjadi lebih rentan rusak,” jelas Paradi Mirmirani, MD, salah satu penggurus dermatologi dari Permanente Medical Group di Vallenjo, Calif. Sekali melakukan bleaching, kita sudah bisa mebuat kekuatan rambut lebih lemah. Kondisi akan menjadi lebih parah, ketika kita menambahkan paparan panas hair-dryer dan produk-produk styling di atas rambut bleaching kita. Masalah rambut seperti rambut patah-patah, kusam, dan bercabang, tidak mungkin dihindari lagi. Dan hal yang sama akan terjadi, ketika kita melakukan pewarnaan dan pemberian highlight.
2. Perms atau mengeritingkan rambut.
Bahan-bahan kimia yang terdapat dalam produk pengeriting rambut bekerja dengan merusak ikatan yang ada di dalam rambut, dan menyatukannya kembali dengan cara yang berbeda. Seperti bleaching, mengeritingkan rambut juga bisa melemahkan batang rambut kita. Jika terlalu sering dilakukan dan jarang melakukan perawatan, tidak ayal rambut kita akan terlihat lebih kering, kusam, dan rapuh.
3. Pencatokan dan mengeringan menggunakan hair-dryer.
Paparan panas yang dikeluarkan oleh perkakas cantik andalan kita ini akan mengubah sementara ikatan hidrogen yang menjaga keutuhan rambut. Hasilnya, mahkota kita akan terlihat kusam dan kering. Penggunaan terlalu sering atau setiap hari, akan mengubah status ‘rusak sementara’ menjadi sesuatu yang permanen.
4. Membuat kunciran kuda atau dikepang.
Kadang untuk memberikan variasi pada tatanan rambut, tidak jarang kita akan menguncir rambut kita dengan berbagai jenis kunciran atau dikepang. Tapi, taukah, kalau pilihan gaya rambut seperti ini bisa membuat rambut rusak, terutama jika kita mengikatnya terlalu kencang dan pada tempat yang selalu sama. “Memilih tatanan rambut yang dikuncir atau dikepang setiap hari, akan menyebabkan kerusakan permanen,” ujar Mirmirani. Hindari juga melakukan penguciran rambut pada rambut yang masih basah. Mengapa? Sebab rambut yang basah lebih rapuh dan rentan rusak.
5. Terlalu sering menyisir rambut.
Hilangkan pikiran bahwa dengan menyisir rambut 100 kali sehari akan membuat rambut kita menjadi berkilau dan mengembang. Kebiasaan menyisir rambut terlampau sering bisa mengakibatkan rambut patah-patah dan bercabang. Sebab semakin sering disisir, semakin konsisten pula gesekan yang rambut kita akan terima.
6. Sering keramas
Tujuan utama dari keramas adalah membersihkan kulit kepala dan melenyapkan penumpukan minyak yang ada di rambut. Tapi jika dilakukan terlalu sering, kita malah akan kehilangan minyak pelembab alami rambut yang membantu rambut kita terlihat sehat, dan malah membuatnya menjadi kering. Temukan frekuensi keramas yang sesuai dengan jenis rambut kita. Lalu, bagaimana cara untuk mengetahui kalau tindakan kita sudah berlebihan? Jika rambut sudah mulai kusam, itu tandanya kita harus mengatur kembali jadwal cuci rambut kita.
7. Extension rambut.
Tren memanjangkan rambut secar instan ini memang sedang digemari. Dalam jangka panjang, extension rambut bisa membuat rambut kita rusak dan rapuh. Terutama pada bagian akar.  “Apabila kita sudah merasa ketidaknyamanan atau rasa sakit pada bagian akar rambut, itu merupakan indikasi bahwa kita sudah memberikan tekanan yang terlampau berat pada akar rambut,” jelas Mirmirani. Kemungkinan terburuk yang bisa terjadi adalah alopecia (kebotakan). Memanjangkan rambut dengan cara alami lebih baik, dibanding melakukannya secara instan.
Meskipun dapat merusak, kontak langsung dengan paparan panas, zat kimia, pewarnaan, dan produk penataan rambut, memang sudah tidak bisa kita elakan lagi. Namun prisnsip less is better, bisa menjadi trik kita untuk meminimalisasi kerusakan yang ada.