Senin, 27 Februari 2012

Core Distro


distro c04 Bagi sebagian masyarakatnya  keberadaan berbagai t-shirt seperti yang diperbincangkan beberapa tahun belakangan ini  bisa jadi merupakan satu hal yang lazim.  Sebagai imbas dari hal tersebut banyak bermunculan Distro & Clothing industries. Distro, singkatan dari distribution store atau distribution outlet, adalah jenis toko di Indonesia yang menjual pakaian dan aksesori yang dititipkan oleh pembuat pakaian, atau diproduksi sendiri. Distro umumnya merupakan industri kecil dan menengah (IKM) yang sandang dengan merk independen yang dikembangkan kalangan muda.
Produk yang dihasilkan oleh distro diusahakan untuk tidak diproduksi secara massal, agar mempertahankan sifat eksklusif suatu produk. Konsep distro berawal pada pertengahan 1990-an di Bandung. Bisnis yang awalnya merupakan idealisme dari perkumpulan anak muda yang senang mendesain pakaian, kini dapat menjadi penghasilan utama bagi mereka. Saat itu, band-band independen di Bandung berusaha menjual merchandise mereka seperti CD/kaset, t-shirt, dan sticker selain di tempat mereka melakukan pertunjukan.
distro c05 distro c06 distro c09
Bentuk awal distro adalah usaha rumahan dan dibuat etalase dan rak untuk menjual t-shirt. Selain komunitas musik, akhirnya banyak komunitas lain seperti komunitas punk dan skateboard yang kemudian juga membuat toko-toko kecil untuk menjual pakaian dan aksesori mereka.
Disain produk yang memiliki keunggulan dibandingkan dengan produk luar yang lebih mahal. Sebagian produk lokal ini dapat bernilai lebih dibandingkan dengan produk luar. Kini, industri distro sudah berkembang, bahkan dianggap menghasilkan produk-produk yang memiliki kualitas ekspor. Pada tahun 2007 diperkirakan ada sekitar 700 unit usaha distro di Indonesia, dan 300 diantaranya ada di Bandung. Akan tetapi apakah posisi bisnis tersebut hanya sebuah tren yang sedang terjadi saja? Atau dapatkah menjadi sebuah real bisnis seperti halnya otomotif, restoran, consumer.
distro c07 distro c010
Bukti nyata bahwa bisnis ini dapat berkembang hingga sekarang. Oleh karenanya banyak sekali orang yang melirik untuk merambah bisnis distro tersebut. Akan tetapi keberhasilan dari sebuah usaha tidak hanya ditunjang dari segi penjualan, promosi atau kualitas serta kuantitas dari barang yang akan dipasarkan. Tetapi desain interior serta eksterior rruangan dari distro tersebut merupakan factor dasar yang akan menentukan minat pembeli. Jika sebuah distro didesain dengan konsep yang tidak sesuai dengan karakter dari distro tersebut makan akan membuat distro tersebut tidak menarik.
Sebagai contoh Core distro yang dibangun di Wirobrajan sang pemilik menginginkan distro dengan konsep minimalis, maskulin tetapi tetap dinamis sesuai dengan jiwa anak-anak muda sebagai segmen pasar dari distro tersebut. Sang empunya gawe mempercayakan kepada CRuzindo_Artwork untuk mewujudkan keinginanya tersebut. Sebagai hasil akhir, sebuah desain distro dengan konsep seperti yang diinginkan sang pemilik, yaitu minimalis, maskulin serta dinamis. Nampak dari desain eksterior distro tersebut, desain yang minimalis, kokoh, serta dinamis dengan perpaduan warna merah, putih serta hitam.
Dengan disain interior ruangan yang ditata sedemikian rupa sehingga membuat para customer merasa nyaman. Tetap dengan pemakaian konsep serta warna yang sama sehingga tetap serasi antara desain interior  serta eksterior ruangan tersebut. Dengan ruangan yang luas serta penataan rak yang sesuai membuat para pengunjung merasa nyaman untuk memilih. Dengan penataan yang artistic serta tetap memegang konsep dinamis membuat distro tersebut menjkadi lebih hidup.