Minggu, 24 April 2011

Jangan Memberikan Hadiah Makanan pada Anak

img
Jakarta, Memberikan hadiah pada anak atas prestasi atau suatu hal baik boleh saja dilakukan untuk lebih memotivasi anak. Namun jangan pernah memberikan makanan sebagai hadiahnya, sebab hal itu bakal memicu kegemukan di kemudian hari.

"Berikan dalam bentuk lain. Sebab jika berupa makanan, apalagi yang enak, anak-anak cenderung akan meminta lagi, apapun syaratnya. Lama-lama anak bisa gemuk," ungkap Dr Grace Judio Kahl, MSc, MH, CHt pemerhati gaya hidup sekaligus dokter konsultan pengaturan berat badan dari SHAPE Indonesia dalam talk show 'Menangkal Penyakit dengan Pola Makan yang Sehat' di FX Plaza, Jl Sudirman, Jakarta.

Dr Grace menegaskan bahwa pertumbuhan anak-anak idealnya ke atas, bukan ke samping. Artinya pertumbuhan tinggi badan harus lebih dominan dibandingkan berat badan.

Tentu saja disesuaikan dengan proporsi yang ideal, sebab jika terlalu kurus artinya penyerapan nutrisi tidak berlangsung dengan baik sehingga mudah terkena penyakit.

Meski demikian, anak-anak tidak boleh menjalani diet ketat untuk mengurangi berat badan. Karena diet semacam itu bisa mempengaruhi perkembangan psikologis anak, Dr Grace menyarankan berat badan anak sebaiknya selalu dijaga tetap ideal agar tidak harus diet.

Caranya dengan membiasakan anak makan secara teratur. "Usahakan anak makan karena merasa lapar. Jangan dibiasakan makan karena iseng, sebab ke depannya itu akan menjadi cikal bakal kebiasaan ngemil," tambah Dr Grace.

Kenali juga jenis-jenis makanan yang sehat untuk anak, dengan kandungan gizi yang seimbang. Sebisa mungkin batasi makanan yang banyak mengandung gula dan berlemak, karena mudah menyebabkan kegemukan.

Talk show yang digelar ini merupakan rangkaian The Anatomy Show yang berlangsung di tempat yang sama FX Plaza. Ratusan potongan tubuh manusia yang dipamerkan merupakan spesimen asli yang diawetkan dengan teknologi polymer impregnation.