Jumat, 23 Desember 2011

Ketika Pesan Singkat Jadi Sumber Konflik Cinta



Hampir semua pasangan kini berkomunikasi melalui antara lain berkirim pesan — SMS, BlackBerry Messenger, WhatsApp dan sebagainya. Tetapi di samping membuat hubungan lebih mesra, pesan singkat juga bisa jadi sumber konflik percintaan.



http://transitionsmft.org/blog/wp-content/uploads/2010/02/silent-angry-couple.jpg


Penggunaan yang salah akan membuat teknologi yang bermanfaat ini malah membawa bencana. Hati-hati!

Detektif dadakan
Ponsel pasangan yang tergeletak sering menggoda untuk diselidiki. Sasarannya, melihat SMS, aktivitas BBM, dan berbagai pesan masuk lainnya. Biasanya ini dilakukan tanpa sepengetahuan pemilik.

Jika menemukan sesuatu yang mencurigakan, konflik pun tak terhindarkan. Anda curiga dengan aktivitas pasangan, sementara pasangan pun tak kalah emosi karena ponselnya diperiksa tanpa izin. Sungguh sangat tidak perlu.

Daripada terus saling curiga, sebaiknya bangun komunikasi yang baik dengan pasangan. Ketika bertemu, tinggalkan ponsel masing-masing dan saling bertukar cerita tentang apa yang dilakukan hari ini. Membangun kepercayaan dengan dasar komunikasi yang sehat lebih baik daripada terus menggerogoti hubungan dengan rasa curiga dan cemburu yang berlebihan.

Emosi dan ekspresi
Salah paham karena hilangnya elemen ekspresi atau emosi sering timbul. Emoticon atau beberapa kata yang menandakan Anda bercanda atau serius bisa membantu mengurangi masalah ini. Tak ada salahnya menambahkan emoticon senyum atau sedih untuk menegaskan maksud dari ucapan Anda agar salah paham bisa terhindarkan.

Begitu juga dengan kata-kata. Usahakan untuk tidak terlalu sering menggunakan singkatan jika tidak perlu. Tidak semua orang mengerti kalau 'X' merupakan pengganti 'nya' atau 'W' merupakan pengganti dari 'gue'. Begitu juga dengan singkatan seperti BRB, LOL, dan lainnya. Kenali siapa lawan bicara Anda sebelum mengirim pesan dengan kata-kata yang tidak umum. Jangan sampai terjadi salah pengertian hanya karena Anda cuek menggunakan bahasa singkat atau lupa menggunakan emoticon untuk menegaskan maksud pesan.
http://www.myselfhelpcourse.com/wp-content/uploads/2009/08/angry_couple.jpg

Si penggoda

Ponsel dan Internet memudahkan kita berhubungan dengan banyak orang. Mulai dari teman lama ketika SD sampai teman baru yang dikenal hanya dari jejaring sosial. Terkadang komunikasi yang dilakukan lewat medium digital ini sering dianggap lebih santai. Saling menggoda atau flirting dianggap hal yang sah karena hanya dilakukan di dunia maya saja.

Namun pasangan Anda belum tentu sependapat. Perilaku Anda yang mudah menggoda teman di BBM atau jejaring sosial bisa jadi menimbulkan konflik baru. Tak ada salahnya membicarakan masalah ini dengan pasangan. Ketahui perasaannya dan usahakan untuk tidak menyakiti hatinya. Jangan hanya karena godaan sesaat Anda berisiko kehilangan hubungan yang telah dibangun dengan baik selama ini. Pilih baik-baik prioritas Anda.


Pemeran pengganti
Ponsel merupakan alat komunikasi, bukan pengganti Anda dalam komunikasi yang seharusnya dilakukan secara langsung. Pembicaraan untuk memutuskan hubungan cinta atau bahkan bercerai sebaiknya tidak dilakukan melalui pesan singkat. Label pengecut dan negatif sudah pasti menempel, jika Anda melakukan hal tersebut lewat SMS atau pesan singkat lainnya.

Hubungan cinta ada manis dan pahit. Jangan hanya senang menikmati manisnya dan menghindari pahitnya. Selesaikan baik-baik hubungan Anda lewat pembicaraan yang baik. Pasangan Anda juga berhak menerima penjelasan dan bertanya tentang keputusan Anda. Bagaimanapun Anda pernah melewati masa indah dengannya, sebaiknya akhiri juga hubungan Anda dengan baik.
http://www.dovechristiancounseling.com/angry_couple-89.jpg

Si responsif
Terlalu cepat merespon pesan-pesan singkat di ponsel bisa jadi tidak baik untuk Anda. Pertama, kebiasaan tersebut akan sangat menggangu konsentrasi bekerja. Kedua, jika Anda dalam fase pendekatan, sebaiknya jangan terlalu mudah memberikan respon. Aturan lama dalam pendekatan tetap berlaku. Terlalu cepat merespon apa saja yang dia kirim membuat Anda terkesan hanya memikirkan dia dan tidak ada kehidupan lain. Buat pria, kadang-kadang hal tersebut membuat mereka kurang merasa tertantang.

Untuk hal-hal penting memang tak ada salahnya merespon dengan cepat. Tapi kalau Anda terus terfokus pada ponsel, pekerjaan yang lain bisa jadi terbengkalai. Jika sudah sampai di rumah, usahakan sempatkan waktu untuk berinteraksi dengan pasangan tanpa gangguan ponsel. Saat makan malam romantis atau momen khusus Anda berdua, sebaiknya lupakan sejenak ponsel agar ia tak merasa dinomorduakan. Kebiasaan cepat merespon pesan singkat tanpa memperhatikan waktu bisa menjadi sumber konflik potensial dalam hubungan. Anda yang memiliki kontrol terhadap ponsel Anda, bukan sebaliknya.


http://www.newlifetexas.org/wordpress/wp-content/uploads/2009/02/couple-angry.jpg