Kamis, 03 Mei 2012

4 Manfaat Sauna untuk Kesehatan Kulit



Sauna yang sering tersedia di spa atau pusat kebugaran ternyata memiliki manfaat tersendiri untuk kulit. Relaksasi yang dilakukan di dalam ruangan dengan uap panas tersebut dipercaya bisa membuat kulit lebih cerah.

Memicu produksi kolagen
Menurut Dr. Lawrence Wilson, peneliti dan pengarang buku tentang manfaat sauna, produksi kolagen semakin meningkat ketika seseorang sedang bersauna. Peningkatan kolagen ini tentunya baik untuk mendorong terbuangnya kulit mati dan memicu peningkatan sel kulit baru yang sehat.

Memperlancar aliran darah
Ketika sedang bersauna, detak jantung bisa meningkat hingga 50 persen. Karena peningkatan itu, aliran darah yang mengalir juga meningkat sebanyak 30-50 persen. Lancarnya aliran darah ini membawa oksigen dan nutrisi yang semakin banyak kepada kulit. Hasilnya, kulit akan terlihat lebih sehat merona dan segar.

Detoksifikasi
Setidaknya 30 persen racun dalam tubuh bisa dikeluarkan lewat keringat pada kulit. Saat bersauna, uap yang panas memicu semakin banyak timbulnya keringat. Seiring terbukanya pori-pori dan keluarnya keringat dalam tubuh, racun yang tersimpan di bawah kulit juga ikut terlepas. Setidaknya diperlukan waktu dua menit sauna sebelum tubuh mulai memanas. Setelah tubuh mulai memanas dan mengeluarkan keringat di situlah proses detoksifikasi dimulai.

Membantu melawan infeksi
Menurut peneliti dari Universitas Eberhard-Karls di Jerman, keringat mengandung protein bernama dermcidin yang bisa membantu menangkal bakteri. Terpicunya keringat pada saat sauna bisa membuat protein tersebut menjadi tameng yang melindungi tubuh. Beberapa jenis bakteri, bisa ditangkal oleh protein tersebut.

Tips:

1. Saat menggunakan sauna di tempat umum sebaiknya gunakan handuk sebagai alas duduk untuk menghindari kontaminasi kuman dari pengguna sebelumnya.

2. Untuk ibu hamil, penderita penyakit jantung, tekanan darah tinggi dan pemilik kulit dengan masalah khusus sebaiknya konsultasikan dengan ahli kesehatan sebelum menggunakan sauna. Menurut The Journal of the American Medical Association, menggunakan sauna di trimester awal kehamilan bisa meningkatkan risiko cacat pada pembuluh syaraf yang bisa membahayakan janin.

3. Seusai sauna jangan lupa bersihkan tubuh secara menyeluruh dari sisa minyak dan keringat yang menempel. Setelah itu oleskan pelembap pada wajah dan tubuh untuk mencegah kulit kering usai terkena uap sauna.

4. Karena sauna memicu keringat berlebih pada tubuh, pastikan Anda minum cukup air sebelum dan sesudah menggunakan sauna untuk mencegah dehindrasi.

5. Gunakan sauna paling lama 15 menit untuk menghindari efek yang tidak diinginkan pada tubuh akibat panas uap seperti dehidrasi, lemas, pusing, mual atau kulit terlalu kering.