Kamis, 28 Maret 2013

Stres Karena Ingin Kurus Bikin Rambut Rontok

img
(Foto: dailymail)

Jakarta, Hidup di dunia modern seperti sekarang ini menyebabkan banyak perempuan berusaha mati-matian untuk tampil kurus. Tapi keinginan ini sering membuat perempuan menjadi sangat stres dan tertekan. Akibat dari stres ini adalah perempuan tersebut bisa mengalami kerontokan rambut.

Perempuan sangat terobsesi menurunkan berat badannya karena selama ini bentuk tubuh ramping adalah yang paling ideal. Perempuan lalu makan lebih sedikit yang membuat tubuhnya tidak mendapatkan zat gizi cukup. Efeknya tidak hanya ke badannya saja yang kurus, tapi juga memicu rambut menjadi tipis akibat mengalami kerontokan.

Sebuah survei menemukan sekitar 37 persen perempuan mengalami rambut rontok hingga taraf tertentu yang nantinya bisa berujung menjadi botak. Rambut yang rontok biasanya seringkali dihubungkan dengan faktor usia yang semakin bertambah. Padahal proses kerontokan rambut ini bisa dipercepat oleh faktor stres yang dialami perempuan tersebut.

Hampir semua dari 3.000 perempuan berusia 25 tahun atau lebih yang disurvei mengatakan bahwa dirinya telah mengalami kerontokan rambut. Penyebabnya adalah perasaan tertekan, namun ada juga akibat kehidupan pribadinya.

"Rambut pada dasarnya adalah salah satu jaringan yang penting dari tubuh. Rambut biasanya hanya menerima makanan jika ada nutrisi yang tersisa setelah semua organ vital dalam tubuh mendapatkan apa yang dibutuhkannya," ujar Sara Allison.

Jika seorang perempuan merasa tertekan untuk tetap tampil kurus, hal ini menyebabkan tubuh tidak mendapatkan makanan yang cukup atau perempuan tersebut jadi tidak memiliki pola makan yang benar.

"Rambut biasanya terkait dengan kewanitaan dan daya tarik sensual terhadap seorang laki-laki, karenanya rambut memiliki peran besar dalam memberikan penilaian daya tarik seorang pemuda. Jika rambut makin menipis, maka pasti akan menimbulkan kecemasan pada diri perempuan tersebut," ujar psikolog Dr Linda Papadopoulos.

Dalam beberapa kasus, penyebab rambut rontok memang akibat faktor medis seperti kemoterapi, saat hamil atau selama menopause. Namun biasanya rambut ini bisa tumbuh kembali. Tapi tekanan atau stres yang terus menerus untuk tetap bisa tampil kurus menyebabkan rambut sulit sekali untuk tumbuh kembali.

Salah satu contohnya adalah Paula Smith (30 tahun) yang mengalami kerontokan rambut ekstrem. Dirinya mengalami kerontokan setelah melakukan diet ketat agar bisa mendapatkan berat badan kurus setelah melahirkan anak ketiganya. "Saya merasa tertekan setelah melihat para selebriti bisa mendapatkan bentuk badan semula hanya dalam waktu beberapa bulan setelah melahirkan," ungkapnya.

Jika Anda tidak ingin mengalami kebotakan di usia 30-an tahun, sebaiknya pilihlah program diet yang memang benar-benar sehat. Berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari faktor-faktor pemicu stres.