Selasa, 03 Mei 2011

Satu Obat Bisa Atasi HIV dan Malaria Sekaligus

img
Cardiff, Mengatasi infeksi HIV dan Malaria sama-sama sulit dilakukan, buktinya jumlah pasien yang tertular makin banyak. Namun tak lama lagi, ilmuwan akan menghadirkan obat super yang bisa mengatasi kedua jenis kuman paling mematikan tersebut.

Dibandingkan Malaria, kuman Human Immunodeficiency Virus (HIV) relatif masih muda karena baru ditemukan pada manusia sekitar 40-an tahun yang lalu. Meski begitu, kuman ini telah menewaskan sekitar 2 juta orang di seluruh dunia tiap tahunnya.

Malaria yang sudah dikenal manusia sejak ratusan tahun yang lalu juga tidak kalah mematikan. Dikutip dari Livescience, Rabu (4/5/2011), sedikitnya 225 juta orang/tahun terinfeksi kuman yang menular lewat nyamuk ini, dengan korban jiwa mencapai 781 ribu orang setiap tahunnya.

Sejumlah penelitian terbaru mengungkap, obat untuk menghambat pertumbuhan dan replikasi HIV mampu mematikan plasmodium penyebab Malaria. Obat tersebut adalah golongan penghambat protease, enzim alami yang diperlukan oleh HIV untuk menggandakan diri.

Uji klinis pada manusia memang belum pernah dilakukan, namun beberapa uji coba pada mencit telah memberikan hasil positif. Untuk mencobakannya pada manusia, para peneliti kesulitan untuk menentukan protease yang akan dijadikan target pada plasmodium.

Namun dalam penelitian terbaru di jurnal Federation of American Societies for Experimental Biology (FASEB) edisi Mei 2011, para ilmuwan Cardiff University berhasil menentukan target tersebut. Protease yang bisa dijadikan target untuk mengobati Malaria adalah Ddi1.

Langkah menuju temuan obat super yang bisa mengatasi HIV sekaligus Malaria tampaknya memang masih panjang, namun temuan terakhir membuat harapan itu makin nyata. JIka berhasil, obat itu akan sangat berguna di daerah seperti Afrika yang merupakan endemis HIV sekaligus Malaria.