Rabu, 18 Mei 2011

Kiat Farah Quinn Agar Anak Tak Ketagihan Gula

img
Jakarta, Anak-anak memang memerlukan asupan nutrisi yang baik. Tapi sebaiknya anak jangan dibiasakan dengan makanan manis sejak kecil. Koki cantik Farah Quinn pun memberikan tips agar anak tidak kenal dengan gula.

"Bayi yang baru lahir itu memiliki taste yang murni dan ia tidak tahu rasa. Jadi yang membentuk cita rasa pada anak adalah kita sendiri," ujar Farah Quinn dalam acara Bebas Kolesterol bersama detikHealth dan Farah Quinn di kantor PT Infomedia Nusantara, Jl Fatmawati, Jakarta.

Farah menuturkan bahwa sejak kecil anak laki-lakinya Arman (4 tahun) tidak diberikan gula, jadi makanan yang dikonsumsinya memiliki rasa alami. Untuk satu tahun pertama sebaiknya anak diberikan makanan buatan sendiri (home made) dan hindari penggunaan gula.

"Membuat makanan untuk bayi itu mudah, tinggal kacang polong di rebus lalu diganti lagi dengan ubi jalar. Lalu bagaimana dengan rasanya? Bayi belum mengenal rasa jadi rasa yang muncul merupakan alami yang berasal dari makanan tersebut," ujar ibu dari satu orang putra ini.

Jika anak sudah terbiasa suka gula atau makanan yang manis-manis, maka mulailah untuk mengurangi jumlahnya. Dalam masa transisi ini cobalah membatasi asupan gula seperti hanya memperbolehkan makan satu permen saja.

Farah menyarankan jika ingin menggunakan gula, sebaiknya memilih gula jawa dibandingkan dengan gula pasir karena lebih banyak kandungan nutrisinya. Serta biasakan untuk membuat makanan sendiri bagi anak.

"Anak saya sekarang umurnya 4 tahun dan ia tidak suka permen, buat dia permen itu adalah kismis yang mana itu adalah anggur yang dikeringkan. Sedangkan untuk cokelat ia lebih memilih yang mengandung kadar cokelat tinggi, buat kita mungkin terasa agak pahit," ungkapnya.

Selain itu orangtua sebaiknya menghindari kata 'Jangan' atau 'Tidak'. Tapi berikan anak option atau alternatif lain, karena anak merasa memiliki power untuk memilih salah satu option tersebut.

"Orangtua harus konsisten dan tegaan sama anak, serta jangan memberikan kembali sesuatu yang sudah diambil dari anak-anak. Misalnya anak nangis sedikit langsung diberikan apa yang dia mau, anak jadi berpikir kalau saya menangis bisa mengubah pikiran ibu. Anak-anak itu smart loh," ujarnya.

Tips lain yang diberikan Farah adalah pilihlah makanan yang natural dan biasakan untuk membaca tabel kandungan dari makanan tersebut. Pilihlah makanan yang bebas gula serta mengandung protein serta serat untuk anak.

Jika anak sudah terbiasa mengonsumsi makanan yang sehat sejak kecil, maka kebiasaan ini akan terbawa terus menerus dan orangtua tidak perlu lagi repot-repot melarangnya.

"Kalau mau anaknya makan sehat, maka orangtua harus memberikan contoh healthy habit pada anaknya," ujar Farah.