Minggu, 20 November 2011

Tips Mengatasi Keracunan Makanan

images-181

Keracunan makanan bila tidak diantisipasi dengan cepat dan tepat akan berakibat fatal.
Gejala yang biasa ditemukan pada kasus keracunan adalah :


1. Muntah muntah
2. Demam tinggi
3. Sering buang air besar, kadang kadang berlendir dan bercampur dengan darah atau nanah.
4. Tubuh terasa lemas dan menggigil


Gejala diatas biasanya muncul dalam jangka waktu 4 sampai 24 jam sejak terkontaminasi makanan yang beracun.

Pertolongan pertama pada kasus keracunan :


1. Minumalah cairan oralit setiap jam, untuk mencegah dehidrasi.
2. Jika tidak tersedia oralit, berikan air yang dicampur dengan garam dan gula.
3. Jangan mimun obat-obatan untuk menghentikan diare. Buang air besar adalah reaksi tubuh untuk membuang racun/toksin dalam tubuh.
4. Minumlah air kelapa, karena air kelapa ini dapat menyerap racun dalam tubuh.
5. Hindari makanan berlemak dan susu untuk menghindari gejala yang semakin buruk.
6. Hindari minuman yang mengandung kafein.

Bila dalam waktu 12 jam tidak ada tanda tanda perbaikan, sebaiknya segera dirujuk ke dokter terdekat.

Salah satu penyebab yang umum, pada kasus keracunan adalah makanan kaleng. Pada makanan kaleng yang sudah rusak, sering terdapat bakteri Clostridium Botulinum yang berpotensi mengakibatkan kercunan.

Dalam mengkonsumsi makanan kaleng, perhatikan tanggal kadaluwarsanya. Periksa kondisi kemasan kaleng sebelum dibuka. Bila permukaan kaleng bagian atas maupun bawah tampak menggelembung atau cembung, sebaiknya tidak usah dikonsumsi. Kecembungan kaleng ini biasanya disebabkan oleh adanya bakteri penghasil gas.