Selasa, 15 Maret 2011

Sensasi Pijat Bebas Stres

Sensasi Pijat Bebas Stres
Pijatan di titik-titik refleksi tak hanya memberi efek relaks, tapi juga meredam stres.

pijat di gondola (oddee.com)

Pijat adalah salah satu cara menghilangkan stres yang cukup diminati warga perkotaan. Tekanan lembut di tubuh itu sanggup merelakskan tubuh dan pikiran mereka yang cenderung memiliki tingkat stres tinggi.

Ada banyak varian pijat yang diperkenalkan sejumlah terapis dari seluruh penjuru dunia. Salah satunya adalah pijat Swedia.

Seperti dikutip dari laman Shine, pijat Swedia dianggap terbaik untuk meredam stres. Penelitian kecil yang dilakukan Cedars-Sinai Medical Center di Los Angeles menunjukkan bahwa, pijatan ringan ala Swedia selama 45 menit memberi efek luar biasa bagi kebugaran tubuh dan pikiran.

Melalui penelitian itu, partisipan mengalami penurunan hormon penyebab stres atau kortisol usai mendapat terapi pijat Swedia. Pijatan lembut ini juga mampu menunjukkan peningkatan kadar oxytocin, hormon pembawa rasa senang yang juga muncul saat jatuh cinta.

Tak hanya itu, efek pijatan Swedia juga menurunkan tingkat pelepasan hormon antidiuretik, arginine vasopresin (AVP). Penurunan produksi kortisol juga akan meningkatkan sel-sel darah putih atau limfosit yang akan membantu tubuh melawan kuman dan penyakit.

Penelitian itu membuktikan bahwa pijatan yang tepat di titik-titik refleksi tak hanya memberi efek relaks, tapi juga mengurangi stres dan memperbaiki kesehatan tubuh. "Jadi, mengapa tidak membuat jadwal rutin pijat seperti halnya ke dokter gigi atau olahraga," kata Dr Mark Hyman Rapaport, psikiatri yang terlibat dalam penelitian itu.

Jika pijat Swedia masih terasa asing, Anda juga bisa mencoba Thai Massage, sebuah terapi pijat yang sangat populer di Thailand. Thai Massage banyak dimanfaatkan masyarakat Thailand sebagai pengganti obat untuk mengurangi rasa sakit dan nyeri. Bahkan, terapi holistik ini dilakukan untuk memaksimalkan perawatan medis.