Kamis, 03 Maret 2011

Waspadai Kentang Beracun

Waspadai Kentang Beracun
Kentang menyimpan potensi racun di dalamnya.


Kentang (doc Corbis)

Banyak orang menjadikan kentang sebagai sumber karbohidrat pengganti nasi. Tak sedikit pula yang menjadikan kentang sebagai camilan sehat. Tapi, tahukah bahwa umbi-umbian favorit ini menyimpan potensi racun di dalamnya?

Seperti dikutip dari Sentra Informasi Keracunan Nasional BPOM, kentang mengandung racun alami glikoalkaloid yang terdiri dari dua jenis racun utama, yaitu solanin dan chaconine.

Racun itu umumnya terkandung dalam kentang yang berwarna hijau, bertunas, dan secara fisik telah rusak atau membusuk. Racun umumnya terkonsentrasi di daerah yang berwarna hijau, kulit, atau daerah di bawah kulit.

Racun yang terkandung dalam kentang umumnya berkadar rendah dan tidak menimbulkan efek serius. Selain menimbulkan rasa pahit, kandungan racun dalam kentang berpotensi memicu gejala keracunan seperti mual, muntah, diare, atau mulut terasa terbakar.

Oleh karenanya, hindari mengolah daging kentang yang masih muda atau berwarna kehijauan. Hindari juga memasukkan tunas-tunas kentang yang menempel ke dalam olahan makanan. Dengan pengolahan yang benar, kita dapat memanfaatkan kandungan gizi kentang secara maksimal.

Sayur dengan nama latin potato solanum tuberosum itu mengandung zat alkaloid yang berfungsi sebagai penetral asam. Dalam penelitian lanjutan, kentang juga bermanfaat untuk mencegah penyakit ginjal, jantung dan penyebaran sel kanker.