Minggu, 25 Maret 2012

Kurangi Junk Food Demi Rambut Sehat

Jangan biarkan mahkota Anda kehilangan kecantikannya.


Kesehatan tubuh dan psikologis memengaruhi keindahan rambut (kaskus.us)
 
  Memiliki rambut sehat dan bercahaya bukan hanya bergantung perawatan dari luar saja. Tapi juga, kesehatan tubuh. Jangan heran kalau Anda sering mengonsumsi makanan berlemak tinggi, rambut menjadi sangat berminyak yang bisa berujung rontok.

"Banyak orang yang masih berusia 20an bahkan belasan tahun sudah mengalami kerontokan rambut. Pemicunya bisa jadi pola makan berantakan dan gaya hidup tak sehat," kata dr Farmina Santoso, dalam acara Vorsatz Complete Hairloss Treatment System, di Jakarta.

Rambut rontok menjadi masalah ketika jumlah yang tanggal lebih 120 helai per hari. Tentu Anda tak ingin ini menimpa mahkota kesayangan. Karenanya, hindari atau setidaknya kurangi konsumsi junk food dan minuman bersoda.

Keduanya terbukti mengandung asam lemak jenuh dan kadar gula yang tinggi. Apalagi, jika Anda termasuk orang yang jarang sekali mengonsumsi sayur dan buah. Tubuh jadi kekurangan vitamin dan mineral, yang sangat penting bagi pertumbuhan dan kesehatan rambut.

"Lemak dan kadar gula tinggi akan membuat kulit kepala jadi berminyak dan menghambat pertumbuhan rambut sehat. Rambut yang tumbuh pun jadi rapuh dan mudah rontok," kata dr Farmanina.

Ia juga menjelaskan kalau kurang istrirahat dan stres, seringkali jadi pemicu kerontokan serta rambut jadi beruban. Ini bisa terjadi karena ketika Anda merasa tertekan, tubuh akan mengeluarkan hormon yang berpengaruh buruk pada penyerapan vitamin B.

Vitamin B sangat dibutuhkan dalam proses pigmentasi rambut. Jadi, ketika Anda stres, gejalanya bisa terlihat melalui kondisi rambut, seperti rontok dan munculnya uban. Ini menunjukkan kalau kesehatan tubuh dan psikologis sangat memengaruhi keindahan rambut.