Jumat, 10 Juni 2011

Imunisasi yang Dibutuhkan Remaja

img
Jakarta, Jadwal imunisasi rutin biasanya dikenal diberikan pada bayi atau balita. Tapi ternyata tak pada balita, remaja pun membutuhkan imunisasi baik yang bersifat rutin maupun imunisasi yang diberikan karena keadaan khusus. Imunisasi apa saja?

Berikut 4 imunisasi alias vaksin yang direkomendasikan oleh Centers For Disease Control and their Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP) untuk semua remaja, seperti dilansir About.com :

1. Vaksin Tdap
Tdap adalah vaksin untuk tetanus, diphtheria toxoids dan acellular pertussis. Selain vaksin untuk tetanus, vaksin ini juga melindungi terhadap difteri dan pertusis. Hal ini karena pertusis (batuk rejan) meningkat di kalangan remaja. Vaksin Tdap direkomendasikan untuk remaja usia 11 hingga 12 tahun.

2. Vaksin meningokokus
Vaksin meningokokus dikembangkan untuk melindungi remaja terhadap bakteri meningitis. Bakteri meningitis adalah infeksi serius pada otak dan tulang belakang yang membunuh sekitar 10 hingga 15 persen dari orang yang terinfeksi, bahkan dengan perawatan antibiotik. Vaksin ini juga secara rutin diberikan pada remaja usia 11 hingga 12 tahun.

3. Vaksin Human Papilloma Virus (HPV)
Vaksin HPV diindikasikan untuk semua perempuan dari usia 9 sampai 26 tahun. Vaksin ini melindungi terhadap HPV, virus yang menyebabkan kanker serviks dan genital warts (kulit kelamin).

4. Vaksin influenza
Vaksinasi flu sekarang dianjurkan untuk semua anak dari usia 6 bulan sampai 18 tahun. Di Indonesia, vaksin ini biasanya bisa diberikan kapan saja (tidak bergantung musim) yang bisa diberikan rutin setiap tahun sekali.

Sedangkan vaksin pilihan yang mungkin dibutuhkan remaja sesuai dengan masalah kesehatan kronis atau faktor lain, dokter anak biasanya akan menyarankan untuk vaksin berikut:

1. Vaksin hepatitis A
Vaksin ini digunakan untuk melindungi terhadap hepatitis A. Dua dosis vaksin diberikan sekurang-kurangnya 6 bulan terpisah untuk memberikan perlindungan terhadap penyakit hati. Remaja yang tinggal di daerah dengan sejumlah besar kasus hepatitis A harus divaksinasi. Selain itu, remaja yang bepergian ke negara-negara tertentu juga harus mendapatkan vaksin ini.

2. Vaksin Pneumococcal Polysaccharide (PPV23)
Pneumokokus dapat menyebabkan penyakit pneumonia, meningitis atau bakteremia. Vaksin ini tidak secara rutin diberikan kepada remaja kebanyakan. Remaja yang mungkin membutuhkan vaksin ini adalah remaja dengan kondisi kronis tertentu, misalnya penyakit sel darah merah sabit, diabetes, penyakit jantung kronis atau penyakit paru-paru kronis.